Nonton Atraksi Waria, Wagub Senyum-Senyum

Peringatan Hari AIDS Sedunia 2009 Sulawesi Tenggara

Wakil Gubernur  Sulawesi Tenggara HM Saleh Lasata, menyaksikan kepiawaian waria menari dan melakukan atraksi yang biasa dilakukan oleh kaum hawa umumnya. Kelenturan tubuh para waria tersebut benar benar memukau penonton yang hadir malam itu termasuk Wakil Gubernur dan Ketua Panitia pelaksana kegiatan tersebut dr Marzuki Hanafi Bantayan. Wagub sering tampak tersenyum senyum bersama dr Marzuki.

Pementasan penari waria  Senin malam 30/11 di lapangan eks MTQ Kendari itu merupakan rangkaian kegiatan memperingati hari AIDS sedunia tingkat Sulawesi Tenggara. Sebelumnya di tempat yang sama juga telah dilakukan pawai 1000 obor  sebagai symbol utama kampanye pemberantasan HIV AIDS Dunia.

Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara HM Saleh Lasata yang juga Ketua KPA Provinsi saat memberikan sambutan mengatakan bahwa untuk    kasus HIV AIDS si Sultra dari periode 2004 hingga 2009 mencapai 101 kasus. Jumlah tersebut memang belum terlalu besar dibandingkan beberapa daerah lain di tanah ait. Meski demikian, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara terus melakukan upaya sosialisasi pencegahan agar kasus HIV di Sultra tidak bertambah dari waktu ke waktu. (arsyad)

KORPRI Dihimbau Tingkatkan Etos Kerja

Peringatan HUT KORPRI dan Hari Guru Nasional Sulawesi Tenggara

Jajaran Korps pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Sulawesi Tenggara dihimbau terus meningkatkan etos kerja di lingkungannya masing masing. Segenap anggota Korpri memiliki tugas dan tanggungjawab ikut serta memberikan dukungan bagi berjalannya program program pemerintah lima tahun kedepan.

Demikian antara lain isi sambutan Presiden Republik Indonesia yang dibacakan Asisten Administrasi Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara H Thamrin Patoro saat memimpin upacara HUT ke 38 KORPRI dan HUT ke 64 PGRI di Lapangan Kantor Gubernur Sultra, Senin 30/11.

Selaku penasehat nasional Korpri, Presiden menyampaikan pesan pada seluruh jajaran Korpri antara lain

Pertama, mewujudkan reformasi birokrasi melalui aparatur pemerintahan yang bersih, berwibawa dan professional untuk mendukung peningkatan penyelenggaraan pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat

Kedua, meningkatkan kapasitas pengetahuan dalam menunaikan tugas yang makin kompleks di masa datang.

Ketiga, memberikan pelayanan public yang murah, cepat dan baik. Melanjutkan pelaksanaan good governance dalam rangka tata kelola pemerintahan yang baik.

Keempat, melanjutkan kerja keras dan kerja cerdas dalam pengabdian sebagai abdi Negara, abdi pemerintahan dan abdi masyarakat.

Upacara HUT Korpri kali ini diikuti oleh seluruh jajaran SKPD lingkup Provinsi Sulawesi Tenggara, Pelajar serta Ormas lainnya.

Pembukaan Festival Budaya Sultra Sepi Pengunjung

Pembukaan Festival Budaya Sulawesi Tenggara yang dihelat Sabtu malam 28/11 di Taman Budaya Kendari sepi pengunjung. Hal itu tampak dari banyaknya kursi kosong yang disiapkan Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara selaku panitia. Selain pengunjung yang minim, para pejabat yang datang juga terbilang sangat sedikit. selain Gubernur Sulawesi Tenggara H Nur Alam, hanya Kapolda Sultra dan Danrem 143 Haluoleo yang hadir malam itu. Sementara di barisan bupati hanya Atikurahman seorang yang datang ke tempat acara.Belum diperoleh informasi yang jelas mengenai ketidakhadiran para Bupati dalam acara ini.

Sementara itu Gubernur Sulawesi Tenggara H Nur Alam SE dalam sambutannya saat membuka Festival mengatakan bahwa acara tersebut sangat relevan dengan agenda utama pembangunan Sultra yakni pemantapan pembangunan budaya Sulawesi Tenggara sebagaimana tertuang dalam RPJMD Sultra 2008-2013.

“Kita menyambut gembira gagasan ini karena di tengah-tengah maraknya berbagai budaya asing di media, kita masih konsisten membina dan menampilkan budaya daerah yang merupakan identitas daerah dan bangsa” ujar Nur Alam. Untuk itu lanjut Gubernur, perlu terus dipertahankan dan menggali berbagain kekayaan budaya daerah dengan melakukanm pembinaan secara intensif. “Kembangkanlah sanggar tari, sanggar seni, sanggar tenunan dan lain lain” tambah gubernur lagi.

Sebagai wujud besarnya perhatian pemerintah dalam mengembangkan budaya daerah ini, maka tahun 2010 tak kurang dari Rp 8 miliar dana yang digelontorkan untuk kegiatan kebudayaan antara lain seperti mengikuti pameran serta iven nasional teremasuk Kongres Bahari Nusantara di Kota Kendari dengan tema Temu Saudagar Bahari Nusantara. Sedangkan di Bau Bau akan diselenggarakan Pesta Budaya bahari Nusantara dan di Wakatobi akan diadakan Pesta Terumbu Karang Nusantara.

“Iven ini disamping akan memperkenalkan Sulawesi Tenggara secara umum, juga akan diperkenalkan kekayaan bahari Sulawesi Tenggara” ujar Gubernur Nur Alam. Usai sambutan acara dilanjutkan dengan penampilan tari tarian daerah se Sultra antara lain Tari Lumense, Tari Potobo, Tari Oro Oro dan banyak lagi. Menurut rencana festival Budaya Sultra ini akan berlangsung hingga 2 Desember.

Gubernur Nur Alam : “Saatnya Pemimpin Tanggalkan Ego”

Rakorbang Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Sultra

Gubernur Sulawesi Tenggara H Nur Alam SE menyampaikan rasa prihatinnya atas kondisi jalannya pemeritahan dan kurang mantapnya koordinasi antara Provinsi dan Kabupaten/kota dewasa ini.  Hal itu terlihat dari beberapa kali undangan Gubernur untuk melakukan koordinasi dengan para Bupati dan Walikota se-Sultra tak jarang kurang mendapat respon yang positif dari para pejabat daerah.

Hal tersebut diungkapkan gubernur di hadapan perserta Rapat Koordinasi Pembangunan Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2010 di Aula Merah Putih Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Tenggara Selasa (24/11).

Menurut Gubernur APBD Provinsi dengan segala upaya kini telah mencapai Rp 1,2 triliun. Padahal sebelumnya hanya Rp 800 miliar. Ketika dirinya menerima amanat menjadi gubernur Sultra terus di pacu.  Di sadari  bahwa dana Rp 1,2 triliun tidak cukup untuk mengakomodasi semua kebutuhan-kebutuhan masyarakat  dan daerah se SUltra.  “Karena itu, tanpa bermaksud meminta penghargaan dari kita semua, hak sepatu saya hampir setiap minggu solnya habis hanya meminta-minta mengemis ke pemerintah pusat melalui berbagai lembaga sektoral agar dana-dana tugas pembantuan dan dana dekonsentrasi, diberikan secara maksimal dan dialokasikan ke daerah Sultra, semua ini untuk kepentingan daerah kita” ujar Nur Alam dengan mimik serius.

Gubernur juga memaparkan secara detil mengenai ihwal kewenangan Bupati dan Walikota yakni bahwa meskipun otonomi memberikan otoritas dan kewenangan yang  sedikit besar, tapi jangan pernah berfikir bahwa pemerintah provinsi tidak punya peran untuk memberikan dukungan agar berbagai stimulasi pemerintah pusat itu turun. “Sekarang masalahnya apakah ada semangat kekompakan diantara kita untuk memacu pembangunan daerah Sultra” demikian Nur Alam.

Sebagai gubernur yang punya latar belakang  pengusaha, dengan segala sikap egaliter dan dibesarkan dalam didikan organisasi-organisasi sosial, kemasyarakatan, organisasi provinsi tidak terlampau memerlukan apresiasi dan penghargaan serta tidak terlalu memerlukan prinsisp-prinsip kepatutan dan ketaatan sebagaimana doktrin birokrasi atau pamong.  Dia jalani itu dengan biasa. Apakah langkah-langkah kita  mengurangi perhatian untuk hal-hal yang berhubungan dengan koordinasi, integrasi dan sinkronisasi, akan memberikan manfaat. Buat daerah kabupaten kota yang kurang memberikan perhatian, saya khawatir kita nanti akan terjebak dalam sebuah ego, keinginan untuk menegakkan sebuah penghormatan dan penghargaan pada diri kita sendiri dan pada sisi lain sebenarnya kita membuat langkah-langkah kerapuhan yang pada akhirnya akan membuat  masyarakat menjadi tidak percaya kepada kita.

Saya harus menyampaikan ini kepada kita semua khususnya kepada pimpinan-pimpinan daerah forum koordinasi dan investasi  seperti ini. Di sinilah tempatnya untuk kita saling berkeluh kesah, di sinilah tempatnya untuk kita saling memikirkan, saling mengisi kekurangan dan kelebihan kita masing-masing, tapi bukan untuk saling berlomba kekuasaan, sebentar lagi saya akan memberikan kesempatan kepada Kanwil Anggaran untuk memaparkan berbagai kekurangan-kekurangan pertanggungjawaban penyelenggaraan dan pembantuan tugas dan dekonsentrasi. Sebentar lagi kita akan menerima laporan hasil pemeriksaan BPK Sultra yang semua kesimpulannya adalah disclaimer, inikah
yang kita harapkan? Inikah yang akan terus kita pertahankan hanya karena sebuah kekuasaan, yang mestinya bisa kita atasi bersama-sama dengan pola koordinasi dan sinkronisasi seperti ini (rakor).

Lagi-lagi saya sampaikan, saya berikan penghargaan kepada saudara-saudara pada level midle management, midle leadership atas perhatiannya. Tapi saya mengajak lagi kepada para pimpinan daerah khususnya pada Bupati dan Walikota, untuk sedikit memberi perhatian pada acara-acara seperti ini.  Saya tidak ingin acara seperti ini hanya berlangsung secara seremonial belaka saya tidak tidak ingin ini hanya sebuah pertanggungjawaban, rutinitas kegiatan program dalam pemerintahan. Tapi ada sebuah substansi yang ingin kita peroleh secara cermat, secara ril dan realistis bagaimana yang kita inginkan. Hentikan berdiskusi di luar forum. Kalaupun itu kita lakukan, itu secara informal, silakan saja tapi bukan akan menjadi sebuah kesepakatan. Forum-forum seperti ini sebetulnya memberikan keleluasaan kepada kita untuk kemudian kita rumuskan secara bersama-sama untuk menjadi sebuah
kesepakatan. Jangan kemudian setelah kebijakan berjalan baru mengeluh, pemerintah provinsi tidak memberikan respon, tidak memberikan dukungan, dalam berbagai hal tidak akan bisa melampaui pemerintah provinsi.

Apalagi, saya ingin menegaskan kepada saudara-saudara semua, sepanjang catatan sejarah yang saya tahu, pemerintah sekarang ini yang betul-betul memberikan perhatian dan kontribusi langsung secara merata sampai dengan ke desa dalam posisi sebagai pemprov. Kita gratiskan sekolah tidak bicara hanya satu kabupaten, kita bicara memberikan pelayanan kesehatan gratis tidak bicara hanya satu kabupaten kota, kita beri dana block grant tidak bicara pada wilayah-wilayah  tertentu tetapi kita bicara di seluruh
wilayah kabupaten kota. Kurang lebih 30 persen APBD terserap langsung untuk kepentingan masyarakat di desa diluar pembangunan infrastruktur dan prasarana lain.

Yang jadi pertanyaan, kurang apa lagi posisi Pemerintah Provinsi?  Namun untuk mensinergikan semua menserasikan agar semua selaras derap langkah pelaksanaan pembangunan kita tidak bisa bekerja seperti kegiatan-kegiatan di masyarakat  yang dilakukan secara serampangan. Ini pemerintahan. Pemerintah selalu melaksanakan berbagai kegiatan yang terukur, terencana, akuntabel, transparan, tepat sasaran, jelas arah dan kebijakannya. Tidak seperti kalau kita membuat panitia piknik, bisa kita telpon-telponan, bisa kita langsung ketemu di tempat. Pemerintahan tidak bisa dikelola dengan cara
seperti itu. Ini merupakan bagian tugas dan tanggung jawab kita semua untuk kita memperbaikiny

Gubernur : “BPD Jangan Terjebak Comfort Zone Syndrome”

Kemilau Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara

Gubernur Sulawesi Tenggara H Nur Alam, SE mengharapkan agar Bank Pembangunan Daerah (BPD) jangan terjebak pada penyakit bank yang merasa nyaman karena terus menerus menerima dukungan dari pemerintah. “Saya tidak ingin BPD Sultra terjebak dalam Comfort Zone Syndrome” ujar Nur Alam saat menghadiri Kemilau BPD serta penarikan undian tabungan Simpanan Masyarakat Sultra (SMS) di Restoran Fajar Minggu, (21/11).

Menurut Gubernur, meski terus mendapat dukungan dari Pemda selaku pemegang saham, Direksi BPD jangan berpikir atau merasa tidak perlu melakukan inovasi karena merasa pasti ada yang akan memproteksi dari tekanan persaingan dengan bank bank umum yang ada.

Untuk itu Gubernur meminta pada seluruh jajaran BPD agar terus mengembangkan inovasi baru baik dalam bentuk pemberian insentif maupun pelayanan yang prima pada para nasabah. “BPD juga harus dapat mengembangkan sikap kooperatif dan ramah pada masyarakat” ujar Gubernur pula.

Kepada seluruh Direksi BPD Sultra, gubernur juga mengharapkan agar terus melakukan pembenahan dan peningkatan kapasitas yang meliputi sumber daya manusia, manajemen, teknologi dan soft skill yaitu human relation dan diplomasi pemasaran produk serta peningkatan permodalan BPD.

BPD Sultra Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Sementara itu Direktur Utama BPD Sultra Jahja Malissa dalam uraian singkatnya mengatakan sejak launching tahun 2006 lalu, tabungan SMS telah memberikan kontribusi yang besar dalam peningkatan dana pihak ketiga di BPD.

Menurut Jahja sebagai bank daerah,BPD adalah sumber pendapatan asli daerah dan turut serta mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan masyarakat Sulawesi Tenggara. “Sampai saat ini nasabah BPD telah mencapai 53. 813 orang dengan total tabungan deposito sebesar Rp 1.093 miliar lebih” ujar Jahja Malissa.

Hj Wa Alimina Raih Hadiah Utama Grand Prize Toyota Avanza

Dalam acara yang dihadiri Kapolda, Sekda Sultra serta para pejabat daerah dan jajaran Direksi BPD tersebut, juga dilakukan penarikan undian tabungan SMS dengan hadiah utama Toyota Kijang Avanza yang untuk periode ini di menangkan oleh Hj Wa Alimina dari Kecamatan Wangi Wangi Kabupaten Wakatobi. (**)

 

Gubernur Hadiri Pengresmian Gedung BPK Sultra



Gubernur Sulawesi Tenggara H Nur Alam, SE menghadiri dan turut menyaksikan pengeresmian penggunaan gedung Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perawakilan Sulawesi Tenggara di Kendari Jumat 20/11

Saat menyampaikan sambutan, Gubernur antara lain mengungkapkan   bahwa masyarakat saat ini menuntut transparansi dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintahan. Hal ini terjadi akibat dorongan demokratisasi dan berbagai ketentuan pemerintah yang mendorong partisipasi masyarakat

“Dalam era keterbukaan seperti ini, bagi kami wajar dan normal sepanjang berada dalam koridor peraturan perundangan.” ujar Nur Alam.  Menurut Gubernur, saat ini sering terjadi konflik antara tugas tugas penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan dengan kebutuhan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya termasuk pengelolaan anggaran pembangunan.

Kondisi seperti ini kata gubernur perlu dicermati sehingga seluruh sumberdaya yang dimanfaatkan untuk prmbangunan termasuk anggaran benar-benar memberikan manfaat yang optimal.

Nur Alam : “Hasil Penelitian Jadi Bahan Perumusan Kebijakan”

Seminar Hasil Penelitian dan Pengembangan Sulawesi Tenggara

Gubernur Sulawesi Tenggara H Nur Alam, SE mengatakan hasil penelitian yang dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Sulawesi Tenggara dapat dijadikan sebagai bahan atau landasan Pemerintah Provinsi dalam pengambilan kebijakan.

Hal tersebut diungkapkan gubernur saat membuka Seminar Hasil Penelitian dan Pengembangan Sulawesi Tenggara di Kendari Rabu (18/11).

Penelitian kata Gubernur sangat penting dan strategis dalam memberi arah atau pertimbangan dalam perumusan, pembahasan dan pengambilan kebijakan pemerintah daerah. Dalam kaitan itulah gubernur mengharapkan agar pihak peneliti baik itu Badan Riset atau lembaga lainnya yang melakukan penelitian untuk segera melakukan penelitian secara menyeluruh khususnya mengenai kantong kantong pengangguran dan kemiskinan.

Penelitian mengenai kantong-kantong kemiskinan dan pengangguran itu kata gubernur sangat dibutuhkan mengingat setiap tahun selalu digelontorkan bantuan untuk masyarakat miskin tapi hasilnya tidak diketahui karena tidak ada indikator keberhasilan mengenai hal tersebut. Artinya, data mengenai kantong kantong kemiskinan dan pengangguran tidak ada.

Dikatakan, pemerintah daerah sebenarnya ingin berbuat yang terbaik bagi masyarakat tapi harus didukung oleh landasan berbuat yang benar misalnya tersedianya data hasil penelitian yang valid sebagai arah atau pijakan dalam berbuat tersebut.

Gubernur mengharapkan seluruh data statistik  supaya dilakukan penelitian lanjutan  atas data tersebut agar suatu masalah dapat diketahui secara tuntas. “Misalnya mengenai komoditi kakao. Apakah penjualan mengalami penurunan tiap tahun, dijual ke mana, berapa harganya dan bagaimana mata rantai perdagangan komoditi ini. Begitupun dengan  rumput laut” tandas Gubernur

Ekspos hasil penelitian ini akan dijadikan sebagai bahan pertimbangan pemerintah daerah dalam mengeluarkan kebijakan ke depan. (**)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.